Pagi aku bangun, masih di denial state.
First thing I did, aku telpon I. Di telpon dia nangis2, gara2 kesalahan gua yang aku kerasa aku kok bisa sebodoh gitu. Aku lupa kalo orang Indo itu orangnya masih suka gossip. Dan mungkin yang buat aku normal, bagi orang lain masih tabu, even dikalangan L sendiri. Lesson learned.. the hard way, but life goes on.
Setelah itu, aku kayak terbangun dari denial state-ku. Aku gak mau kehilangan dia sama sekali.
Aku pingin banget bisa membahagiakan dia. Terus sore itu di chatting, dia ngomong2 ttg adopsi anak bareng partner. Rasanya kebayang deh kita mengadopsi anak setelah kita mapan. Terus aku nanya, "Kamu suka aku? Kamu mau jadian sama aku?" Dianya bilang: "Aku nggak mau bertepuk sebelah tangan. Kalo kamu gak mau, aku juga gak mau". Terus beberapa conversation kemudian, aku tanya dia lagi: "Kamu mau jadian ama aku?" Dia bilang: "Ini nembak atau nanya?" Aku bilang: "Nembak".
Akhirnya, setelah beberapa minggu of my denial phase, I faced my demons, dan berani mencoba step back into relationship. Walau kita sementara ini jauh, kita literally 1/2 a world away. Tapi technology maju bisa membuat jarak diminishing. Semoga di masa depan kita bisa menjadi semakin dekat.
Tuesday, January 13, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
so sweet :D
Thanks
Post a Comment